SEKILAS INFO
06-12-2020
  • 5 hari yang lalu / #Penerimaan Raport Siswa Semester Ganjil TP. 2020-2021, 19 Desember 2020
  • 5 hari yang lalu / #Penilaian Akhir Semester Ganjil, 30 Oktober s/d 08 Desember 2020
  • 2 bulan yang lalu / SMAN 1 Baubau kembali ukir Prestasi Nasional melalui Hayatun Nadiyah
3
Agu 2020
0
Peran Strategis Guru Demi Lahirnya SDM Indonesia Unggul

Pada 2045, diperkirakan beberapa perubahan tren global terjadi. Pusat perekonomian dunia bergeser dari Amerika Serikat ke Asia, migrasi dan urbanisasi meningkat, emerging market economies (EMEs) melahirkan kelas menengah, pemanfaatan sumber daya alam (SDA) serta geostrategis tumbuh kompetitif, serta penyerapan teknologi dalam proses manufaktur dan pengelolaan pasokan semakin optimal. Bagi Indonesia sendiri, tahun 2045 adalah jejak 1 abad kemerdekaan bangsa dan puncak demografi sumber daya manusia (SDM).1 Memanfaatkan momentum tersebut, langkah apa saja yang telah dilakukan Indonesia?

Memasuki usianya yang ke-74, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menyiapkan rangkaian kegiatan yang dirangkum dalam tema “Peran Strategis Guru dalam Mewujudkan SDM Indonesia Unggul”. Dengan melibatkan pemerintah pusat dan daerah, agenda tersebut diharapkan mampu membangkitkan semangat para guru dalam menghadapi tantangan di era revolusi industri 4.0, mendukung terciptanya Generasi Emas Indonesia 2045.2

Sebelum Indonesia lahir, kalangan guru pribumi telah memiliki semangat kebangsaan yang tinggi. Bukan cuma memperjuangkan nasib masing-masing guru dan kesetaraan hak dengan Belanda, kalangan guru memiliki kesadaran untuk merdeka. Mereka berkumpul dalam sebuah organisasi bernama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) pada 1912 yang anggotanya berprofesi sebagai guru bantu, guru desa, kepala sekolah, serta penilik sekolah.3

Dua puluh tahun kemudian, PGHB mengejutkan pemerintah Belanda dengan bersulih nama menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI). Kata “Indonesia” dalam nama organisasi tersebut mencerminkan semangat dan kecintaan bangsa yang tentu tidak direstui oleh pihak kolonial. Tak lama berselang dari kemerdekaan Indonesia, PGI resmi berdiri sebagai PGRI pada Kongres Guru Indonesia pada 24—25 November 1945 di Surakarta. PGRI adalah organisasi profesi, perjuangan, dan ketenagakerjaan yang berupaya mendorong terciptanya profesionalisme, kesejahteraan, dan martabat seorang guru dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional.

Becermin pada perubahan tren global 2045, tidak dapat disangkal, kualitas pendidikan berperan penting dalam menciptakan SDM unggul dengan kemampuan berpikir kritis, kreatif, inovatif, dan berdaya saing global.4 Dalam hal ini, guru dituntut untuk beradaptasi dengan sejumlah gejolak zaman yang mencakup kecanggihan teknologi, ekosistem pendidikan, hingga karakter peserta didik milenial.

Menjawab tantangan tersebut, banyak inisiatif telah dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan kompetensi guru. Mulai dari meningkatkan alokasi pelatihan, mengundang guru untuk studi banding ke dua belas negara, hingga menggalakkan program sertifikasi. Kemdikbud pun telah menyusun peta jalan Generasi Emas 2045 yang mencakup pengelolaan kualitas serta penempatan guru secara efektif.5 Di sisi lain, Kemristekdikti melakukan pemerataan kualitas pendidikan dengan melakukan penjaringan calon guru profesional melalui Seleksi Penerimaan Mahasiswa Program Profesi Guru (PPG) di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) Indonesia.6

Grup Mentari sebagai institusi pendidikan turut ambil bagian dalam merespons fenomena tersebut. Mendukung komitmen PGRI, Kemdikbud, dan Kemristekdikti, Grup Mentari menyediakan layanan pengembangan kompetensi guru melalui salah satu unit layanannya, Mentari Teachers Academy (MTA) yang berupaya membekali guru dengan kebutuhan pengajaran abad 21, yakni kecakapan 4C, Critical Thinking, Creative and Innovative, Communicative, and Collaborative. Dengan berfokus pada mata pelajaran Bahasa Inggris, Matematika, dan Sains, MTA menyediakan sejumlah pelatihan yang dirancang khusus dengan metodologi yang sesuai dengan karakter generasi murid di era milenial. Grup Mentari percaya bahwa dengan meningkatnya kompetensi guru, Indonesia bisa mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045 yang siap menghadapi gejolak tren global yang menanti di depan. Sebagaimana yang ditekankan dan diyakini oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, guru adalah penggerak untuk mewujudkan Indonesia yang maju.

(Sumber : www.mentarigroups.com)

Pengumuman

Penerimaan Raport Siswa TA. 2019-2020

Pendaftaran Peserta Didik Baru

Penilaian Akhir Semester Genap TP. 2019/2020

Facebook

Visitor Stats




Chat Kami
Smansa WhatsApp