SEKILAS INFO
22-09-2021
  • 3 hari yang lalu / Amelia Margaretha Meraih Juara 1 Sulawesi Tenggara Lomba Lagu Daerah yang di gelar di kendari oleh dikbud Sultara
  • 1 bulan yang lalu / Juara 1 Lomba Wajah Bahasa Sekolah, SMA Negeri 1 Baubau wakili Sultra ke Tingkat Nasional
  • 4 bulan yang lalu / Siswi SMA Negeri 1 Baubau Atas Nama Rambu Reninta Kanaya Lamba Awang lolos seleksi Asian Youth Internasional Model United Nations 2021

Taman baca kapo’a menyediakan buku-buku yang menarik sehingga akan memacu minat generasi muda untuk membaca. Bahan bacaan memiliki sampul yang menarik sehingga membuat anak-anak penasaran akan isinya kemudian membacanya. Buku yang membuat tertarik akan mendorong mereka untuk membacanya lagi. Jika telah menyukai satu buku, tidak menutup kemungkinan mereka akan menyukai buku yang lainnya.

Taman baca ini juga kerap mengajari anak-anak dengan cara yang tidak biasa. Ketika ada anak yang kesulitan memahami suatu bacaan seperti buku tentang tanaman, maka para pendiri dari taman baca kapo’a mengajari mereka untuk langsung ke lapangan dan mempraktikkan cara bercocok tanam yang baik dan benar. Tidak hanya itu, wadah literasi ini juga diisi dengan kegiatan-kegiatan menarik, seperti mengajarkan anak-anak untuk membaca puisi, menggambar dan mewarnai, serta bermain sambil belajar.

Taman baca kapo’a bukan hanya sekedar tempat yang menyediakan buku bacaan. Faris mengatakan taman baca kapo’a adalah sebuah tempat untuk berkumpul dan berdiskusi. Selain membaca, masyarakat dapat berbagi cerita yang mengasikkan, sesuai dengan zaman sekarang. Sasaran taman baca ini adalah anak muda atau pelajar, karena ia sadar bahwa masa depan bangsa ini berada ditangan generasi muda. Di tempat ini, para pelajar itu diajarkan untuk gemar membaca buku.

“Mengapa harus anak-anak yang diajari untuk gemar membaca buku ? Karena kita harus membangun semangat berliterasi dari dasar. Tidak mungkin mereka akan menjadi generasi muda yang suka baca buku jika dari anak-anak mereka tidak pernah bersentuhan dengan buku”, terang Faris.

Taman baca kapo’a yang dikelola oleh Faris progresnya tidak selalu berjalan dengan mulus. Ia menjelaskan salah satu hambatan pengembangan taman baca ini mengenai pengelolanya. Yang mengelola adalah mayoritas para pekerja. Ada yang jadi insinyur, mengerjakan proyek, guru, dan tenaga kesehatan. Sehingga taman baca ini tidak dibuka setiap hari. Jika ada waktu luang barulah mereka akan berkumpul di taman baca. Oleh karena itu jadwal kunjungan dibuat hanya hari rabu, jumat, dan minggu. Meskipun begitu minat anak-anak terhadap literasi tidak surut, mereka tetap gemar mengunjungi taman baca yang tidak dibuka setiap hari. Respon masyarakat sekitar akan taman baca yang didirikan oleh Faris sangat baik, apalagi kondisi pandemic saat ini membuat anak-anak sulit produktif dan hanya bermalas-malasan, mereka seperti butuh sesuatu yang lain.

“Kekhawatiran pertama adalah bagaimana jika saya membuka taman baca justru masyarakat menganggap saya aneh, ternyata kenyataannya tidak begitu. Masyarakat cukup antusias terhadap taman baca kapo’a. Bahkan saking seringnya berada di taman baca, ada anak yang sampai disuruh pulang oleh orang tuanya untuk mandi terlebih dahulu lalu lanjut belajar lagi di sini”. Kata Faris

Pernyataan Faris tersebut secara tidak langsung menegaskan bahwa secara perlahan ada perubahan mengenai minat literasi generasi muda di lingkungan ini. “Pengelola taman baca kapo’a juga cukup tertolong atas respon masyarakat. Banyak kegiatan yang bisa kami lakukan untuk anak-anak akibat dari support yang diberikan oleh masyarakat”, lanjut Dia. Ada yang menarik dari anak-anak lingkungan kapo’a, beberapa dari mereka ada yang belum bisa membaca, mungkin karena faktor belum sekolah atau masih berada di jenjang Pendidikan Anak Usia Dini. Namun, mereka tetap mengunjungi taman baca  setidaknya untuk bertanya apakah ada buku untuk mewarnai atau tidak. ……Lanjut klik tombol 5

pengumuman

Webinar Pendidikan-Quipper

Lawan Covid-19 dengan Mematuhi 5 M

Penerimaan Peserta Didik Baru 2021

Yuk Daftar Jadi Taruna AKKP Wakatobi

Pelantikan Pengurus OSIS Masa Bakti 2020-2021

Podcast_Smansa

Visitor Stats




Chat Kami
Can We Help You ?