SEKILAS INFO
07-12-2021
  • 2 bulan yang lalu / Amelia Margaretha Meraih Juara 1 Sulawesi Tenggara Lomba Lagu Daerah yang di gelar di kendari oleh dikbud Sultara
  • 4 bulan yang lalu / Juara 1 Lomba Wajah Bahasa Sekolah, SMA Negeri 1 Baubau wakili Sultra ke Tingkat Nasional
  • 6 bulan yang lalu / Siswi SMA Negeri 1 Baubau Atas Nama Rambu Reninta Kanaya Lamba Awang lolos seleksi Asian Youth Internasional Model United Nations 2021
8
Des 2020
0
Sains dalam Kitab Suci Al-Qur'an

Penulis : Arifin, S.Pd (Guru Mata Pelajaran Fisika SMAN 1 Baubau)

SAINS DALAM KITAB SUCI ALQUR’AN

Kitab Suci Alquran menjadi perbincangan dikalangan para ilmuwan, selalu ada pengetahuan baru yang diambil darinya seiring perkembangan waktu dan teknologi, kini semakin banyaknya fakta SAINS di dalam Alquran yg telah terbukti kebenarannya.

Fenomena-Fenomena tersebut diantaranya:

1. BERTEMUNYA DUA LAUTAN

Sesuai dgn Firman Allah SWT dalam Surah Ar-Rahman ayat 19-20.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيٰنِ ۙ
marojal-bahroini yaltaqiyaan
“Dia membiarkan dua laut mengalir yang (kemudian) keduanya bertemu,” (QS. Ar-Rahman 55: Ayat 19)
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
بَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ لَّا يَبْغِيٰنِ ۚ
bainahumaa barzakhul laa yabghiyaan
“di antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing.”(QS. Ar-Rahman 55: Ayat 20)

Pertemuan antara dua arus laut ini terjadi di Selat Gibraltar, tepatnya di antara Spanyol dan Maroko. Menurut para ilmuwan, fenomena tersebut terjadi karena air laut dari Samudera Atlantik dan dari Laut Mediterania memiliki karateristik yang berbeda, dilihat dari suhu air, kadar garam, dan kerapatannya. Mengenai fenomena bertemunya dua lautan ini, Al-Qur’an telah menjelaskannya 14 abad silam, sesuai dgn Firman Allah SWT tersebut.

2. LEDAKAN RAKSASA atau BIG BANG..

Big Bang diyakini sebagai peristiwa yang menyebabkan terbentuknya alam semesta. Teori ini didasarkan pada kajian kosmologi mengenai bentuk awal dan perkembangan alam semesta. Berdasarkan teori ini, dikatakan bahwa alam semesta awalnya dalam keadaan sangat panas dan padat, lalu mengembang secara terus-menerus hingga hari ini. Hal tersebut ternyata sudah disampaikan di dalam Al-Quran tepatnya Surah Al-Anbiya ayat 30.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اَوَلَمْ يَرَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْۤا اَنَّ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضَ كَا نَـتَا رَتْقًا فَفَتَقْنٰهُمَا ۗ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَآءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ ۗ اَفَلَا يُؤْمِنُوْنَ
a wa lam yarollaziina kafaruuu annas-samaawaati wal-ardho kaanataa rotqong fa fataqnaahumaa, wa ja’alnaa minal-maaa`i kulla syai`in hayy, a fa laa yu`minuun

“Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi keduanya dahulu menyatu kemudian Kami pisahkan antara keduanya; dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air; maka mengapa mereka tidak beriman?”
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 30)

3. API DI DASAR LAUT

Fenomena ini ditemukan oleh seorang ahli geologi asal Rusia, Anatol Sbagovich dan Yuri Bagdanov, dan seorang ilmuwan asal Amerika Serikat. Mereka meneliti kerak bumi dan patahannya di dasar laut lepas pantai Miami. Mereka kemudian menemukan lava cair yang mengalir disertai abu vulkanik yang suhunya mencapai 231 derajat celcius. Al-Quran, lagi-lagi, sudah menyinggung tentang api di dasar lautan ini terdapat dalam Surah At- Tur ayat 6.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَا لْبَحْرِ الْمَسْجُوْرِ ۙ
wal-bahril-masjuur
“dan laut yang di dalam tanahnya ada api,”(QS. At-Tur 52: Ayat 6)

4. GARIS EDAR TATA SURYA

Menurut ahli astronomi, matahari bergerak dengan kecepatan 720.000 km/jam ke arah bintang Vega dalam sebuah garis edar yang dinamakan Solar Apex. Ini berarti matahari bergerak sejauh 17.280.000 kilometer dalam sehari. Selain matahari, semua planet dan satelit dalam sistem gravitasi matahari juga berjalan dalam jarak ini. Semua bintang yang ada di alam semesta pun sama. Fenomena tatasurya dan garis edar ini sudah tertulis di dalam Al-Quran, antara lain di dalam Surah Al-Anbiya’ ayat 33.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَهُوَ الَّذِيْ خَلَقَ الَّيْلَ وَا لنَّهَا رَ وَا لشَّمْسَ وَا لْقَمَرَ ۗ كُلٌّ فِيْ فَلَكٍ يَّسْبَحُوْنَ
wa huwallazii kholaqol-laila wan-nahaaro wasy-syamsa wal-qomar, kullung fii falakiy yasbahuun
“Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing beredar pada garis edarnya.”(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 33)

5. SUNGAI DI DASAR LAUT

Fenomena sungai di dasar laut ditemukan oleh ilmuwan asal Prancis bernama Jaques Yves Cousteau. Para ahli menyebut fenomena ini sebagai lapisan hidrogen sulfida, karena air yang mengalir di sungai dasar laut ini memiliki rasa air tawar. Selain itu sungai dasar laut ini ditumbuhi daun-daun dan pohon. Fenomena ini disebutkan di dalam Al-Quran tepatnya di dalam Surah Al-Furqan ayat 53.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَهُوَ الَّذِيْ مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ هٰذَا عَذْبٌ فُرَا تٌ وَّهٰذَا مِلْحٌ اُجَا جٌ ۚ وَجَعَلَ بَيْنَهُمَا بَرْزَخًا وَّحِجْرًا مَّحْجُوْرًا
wa huwallazii marojal-bahroini haazaa ‘azbung furootuw wa haazaa mil-hun ujaaj, wa ja’ala bainahumaa barzakhow wa hijrom mahjuuroo
“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar dan segar dan yang lain sangat asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang tidak tembus.”(QS. Al-Furqan 25: Ayat 53).

6. DASAR LAUTAN YANG GELAP

Manusia tak mampu menyelam 40 meter di bawah laut tanpa peralatan khusus. Dalam sebuah buku berjudul “Oceans” dijelaskan, pada kedalaman 200 meter hampir tak dijumpai cahaya, sedangkan pada kedalaman 1.000 meter tak terdapat cahaya sama sekali. Kondisi dasar laut yang gelap baru bisa diketahui setelah penemuan teknologi canggih. Namun, Al-Qur’an Surah An-Nur ayat 40 telah menjelaskan keadaan dasar lautan tersebut sejak ribuan tahun yang lalu.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اَوْ كَظُلُمٰتٍ فِيْ بَحْرٍ لُّـجّـِيٍّ يَّغْشٰٮهُ مَوْجٌ مِّنْ فَوْقِهٖ مَوْجٌ مِّنْ فَوْقِهٖ سَحَا بٌ ۗ ظُلُمٰتٌۢ بَعْضُهَا فَوْقَ بَعْضٍ ۗ اِذَاۤ اَخْرَجَ يَدَهٗ لَمْ يَكَدْ يَرٰٮهَا ۗ وَمَنْ لَّمْ يَجْعَلِ اللّٰهُ لَهٗ نُوْرًا فَمَا لَهٗ مِنْ نُّوْرٍ
au kazhulumaating fii bahril lujjiyyiy yaghsyaahu maujum ming fauqihii maujum ming fauqihii sahaab, zhulumaatum ba’dhuhaa fauqo ba’dh, izaaa akhroja yadahuu lam yakad yaroohaa, wa mal lam yaj’alillaahu lahuu nuurong fa maa lahuu min nuur

“atau (keadaan orang-orang kafir) seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh gelombang demi gelombang, di atasnya ada (lagi) awan gelap. Itulah gelap gulita yang berlapis-lapis. Apabila dia mengeluarkan tangannya hampir tidak dapat melihatnya. Barang siapa tidak diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah, maka dia tidak mempunyai cahaya sedikit pun.”(QS. An-Nur 24: Ayat 40).

7. SIDIK JARI MANUSIA

Sidik jari ditemukan pada akhir abad ke-19. Sebelumnya, mayoritas orang menganggap jika sidik jari adalah lengkukan-lengkukan biasa tanpa makna khusus. Setiap manusia, termasuk mereka yang terlahir kembar identic, memiliki pola sidik jari yang berbeda. Dengan kata lain, salah satu tanda pengenal manusia terdapat pada ujung jari mereka. Al-Quran Surah Al-Qiyamah ayat 3- 4 telah menjelaskan tentang kesempurnaan jari manusia ini.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اَيَحْسَبُ الْاِ نْسَا نُ اَلَّنْ نَّجْمَعَ عِظَا مَهٗ ۗ
a yahsabul-ingsaanu allan najma’a ‘izhoomah
“Apakah manusia mengira,bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang-belulangnya?”(QS.Al-Qiyamah 75: Ayat 3)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

بَلٰى قٰدِرِيْنَ عَلٰۤى اَنْ نُّسَوِّيَ بَنَا نَهٗ
balaa qoodiriina ‘alaaa an nusawwiya banaanah
“(Bahkan) Kami mampu menyusun (kembali) jari-jemarinya dengan sempurna.”(QS. Al-Qiyamah 75: Ayat 4)

8. MATAHARI BEROTASI

Kapan manusia tahu matahari berputar?,
Orang pertama yang menyadari bila matahari juga berotasi seperti Bumi adalah Galileo Galilei. Di tahun 1612, dia menyadari bila bintik hitam matahari bergerak di sekitar khatulistiwanya. Sampai saat ini, pakar astronomi masih menggunakan posisi bintik hitam matahari untuk mengukur kecepatan rotasi matahari. Di bagian khatulistiwa matahari, kecepatan putarannya paling tinggi, yakni 25 hari untuk satu putaran penuh. Dan semakin naik ke atas atau turun ke bawah menjauhi garis khatulistiwa, kecepatan rotasi matahari menurun. Bagian sekitar kutub utara dan selatan matahari memerlukan waktu 35 hari untuk sekali putaran. Ya, kecepatan putaran bagian kutub dan khatulistiwa matahari berbeda hingga 10 hari!.

Dalam Surah Yasin ayat : 38 sudah dijelaskan.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَا لشَّمْسُ تَجْرِيْ لِمُسْتَقَرٍّ لَّهَا ۗ ذٰلِكَ تَقْدِيْرُ الْعَزِيْزِ الْعَلِيْمِ ۗ
wasy-syamsu tajrii limustaqorril lahaa, zaalika taqdiirul-‘aziizil-‘aliim
“dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan (Allah) Yang Maha Perkasa, Maha Mengetahui.”
(QS. Ya-Sin 36: Ayat 38)

9. MUMI FIRAUN

Maurice Bucaille
Maurice Bucaille dikenal sebagai ilmuwan yang meneliti jasad Fir’aun. Ia merupakan ahli bedah asal Prancis yang lahir pada 19 Juli 1920.

Maurice Bucaille kemudian menjadi pemimpin ahli bedah sekaligus penanggung jawab utama dalam penelitian tentang mumi. Hasil penelitian menemukan hal yang mengejutkan bahwa sisa-sisa garam yang melekat pada tubuh mumi adalah petunjuk bahwa Firaun meninggal karena tenggelam.

Jasadnya yang baru dikeluarkan dari laut kemudian segera dibalsem untuk diawetkan. Namun hal ini tetap mengganjal logika sang profesor. Bagaimana jasad mumi yang sudah tenggelam lama di dalam laut ini masih lebih baik kondisinya dibanding mumi-mumi lainnya?

Hal tersebut mulai sesuai dengan penggambaran kematian Firaun di Alquran bahwa dia mati karena ditelan ombak. Bucaille kemudian merilis laporannya yang berjudul “Les momies des Pharaons et la midecine” (Mumi Firaun; Sebuah Penelitian Medis Modern)”

Ia lalu mendengar bahwa Alquran sebenarnya telah mengisahkan cerita tenggelamnya Firaun. Kabarnya, setelah mencari riwayat di berbagai kitab termasuk Taurat dan Injil, Bucaille beralih ke Islam.

Ia menemui sejumlah ilmuwan autopsi Muslim dan diberitahu mengenai salah satu ayat Alquran. “Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami,” bunyi Surah Yunus Ayat 92.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

فَا لْيَوْمَ نُـنَجِّيْكَ بِبَدَنِكَ لِتَكُوْنَ لِمَنْ خَلْفَكَ اٰيَةً ۗ وَاِ نَّ كَثِيْرًا مِّنَ النَّا سِ عَنْ اٰيٰتِنَا لَغٰفِلُوْنَ
fal-yauma nunajjiika bibadanika litakuuna liman kholfaka aayah, wa inna kasiirom minan-naasi ‘an aayaatinaa laghoofiluun
“Maka pada hari ini Kami selamatkan jasadmu agar engkau dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang setelahmu, tetapi kebanyakan manusia tidak mengindahkan tanda-tanda (kekuasaan) Kami.”(QS. Yunus 10: Ayat 92)

Ayat tersebut telah menyentuh hati Bucaille hingga ia menjadi seorang mualaf.

Marilah kita mencintai Kitab Suci Alquran, sebagai petunjuk dan pedoman hidup dan kehidupan di dunia ini. Semoga bermanfaat.

pengumuman

Webinar Pendidikan-Quipper

Lawan Covid-19 dengan Mematuhi 5 M

Penerimaan Peserta Didik Baru 2021

Yuk Daftar Jadi Taruna AKKP Wakatobi

Pelantikan Pengurus OSIS Masa Bakti 2020-2021

Podcast_Smansa

Visitor Stats




Chat Kami
Can We Help You ?