SEKILAS INFO
07-12-2021
  • 2 bulan yang lalu / Amelia Margaretha Meraih Juara 1 Sulawesi Tenggara Lomba Lagu Daerah yang di gelar di kendari oleh dikbud Sultara
  • 4 bulan yang lalu / Juara 1 Lomba Wajah Bahasa Sekolah, SMA Negeri 1 Baubau wakili Sultra ke Tingkat Nasional
  • 6 bulan yang lalu / Siswi SMA Negeri 1 Baubau Atas Nama Rambu Reninta Kanaya Lamba Awang lolos seleksi Asian Youth Internasional Model United Nations 2021
21
Mei 2020
0
Guru & Siswa SMAN 1 Baubau Terkesan dengan Lomba Cerdas Cermat MPR

Adinda Purnama Rachmani – detikNews

Jakarta – Guru PPKN SMA Negeri 1 Baubau, Sulawesi Selatan, Siti Sumiwati Rannu mengaku terkesan pada Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar Majelis MPR 2019. Apa sebabnya?

Pertama menurut Siti adalah metode penyelenggaraan yang baik dengan tata panggung, pencahayaan dan lainnya. Selain itu, ia juga mengaku senang bisa memasuki Gedung Parlemen. Hal tersebut juga dirasakan oleh siswa-siswi yang belum pernah berkunjung ke Ibu Kota.

“Jakarta hanya mereka lihat di televisi dan di buku, begitu terpilih mewakili Provinsi ke Jakarta mereka sangat antusias. Antusias semakin tinggi saat menuju Jakarta dengan menggunakan pesawat terbang. Lalu saat menginjakkan kaki di Jakarta melihat gedung tinggi, merasakan tempat wisata dan permainan, serta berkenalan dengan teman baru dari berbagai daerah. Intinya, mereka sangat senang sekali tidak terbayangkan,” ucap Siti Sumiwati, Minggu (3/11/2019).

Selain itu Siti mengatakan bahwa kehadiran sekolahnya dalam ajang LCC ini menjadi berkah tersendiri untuk dirinya dan para siswa-siswi.

“Berkah buat kami kembali mengikuti LCC nasional di 2019, setelah sebelumnya pada 2015 pernah ikut juga tapi tidak sampai final. Nah, pada tahun inilah kami berjuang lebih keras. Berkah lainnya yaitu, ketika kami di Jakarta banyak sekali hal-hal baru yang kami dapati di Jakarta, yang belum pernah kami temui di daerah seperti mode pendidikan, pengetahuan dan lain-lain,” ucap Siti Sumiwati.

Namun sayangnya, ada satu momen emosional yang dibeberkan Siti, yaitu saat mendapat kabar bahwa ibunya meninggal dunia tepat sehari saat dirinya sedang di Jakarta.

“Saya sedih sekali, tapi melihat antusias dan gembiranya para siswa mendapat kehormatan sampai ke Jakarta berlaga di kompetisi bergengsi serta bersemangat untuk merebut posisi terhormat juara satu nasional. Membuat saya sangat terharu dan tetap berada di Jakarta menemani mereka selain memang sudah tugas saya dampingi mereka, setelah saya jelaskan dengan keluarga di sana,” tambahnya.

Namun sayangnya, tim SMA Negeri 1 Baubau tidak berhasil menang dan harus berhenti di babak penyisihan. Tapi Siti menegaskan hal tersebut bukan menjadi persoalan, sebab segala kemampuan dari peserta sudah dikerahkan.

“Saya tekankan ke anak-anak juga yang penting adalah pengalaman, sebab pengalaman tidak bisa dibeli tapi sebuah kesempatan banyak pengalaman luar biasa yang mereka peroleh, antara lain menginjakan kaki di Jakarta terutama di Gedung Parlemen, lalu beradu kemampuan dengan anak-anak pintar pilihan dari semua provinsi di Indonesia. Dengan pengalaman itu, kualitas mental dan intelektualitas mereka akan semakin berkembang,” tutupnya. (ega/ega)

(Sumber : https://news.detik.com)

pengumuman

Webinar Pendidikan-Quipper

Lawan Covid-19 dengan Mematuhi 5 M

Penerimaan Peserta Didik Baru 2021

Yuk Daftar Jadi Taruna AKKP Wakatobi

Pelantikan Pengurus OSIS Masa Bakti 2020-2021

Podcast_Smansa

Visitor Stats




Chat Kami
Can We Help You ?