SEKILAS INFO
24-10-2021
  • 1 bulan yang lalu / Amelia Margaretha Meraih Juara 1 Sulawesi Tenggara Lomba Lagu Daerah yang di gelar di kendari oleh dikbud Sultara
  • 3 bulan yang lalu / Juara 1 Lomba Wajah Bahasa Sekolah, SMA Negeri 1 Baubau wakili Sultra ke Tingkat Nasional
  • 5 bulan yang lalu / Siswi SMA Negeri 1 Baubau Atas Nama Rambu Reninta Kanaya Lamba Awang lolos seleksi Asian Youth Internasional Model United Nations 2021

Begitu banyak lembaga dan kelompok kecil membudayakan bahasa lain dalam berkomunikasi. Perimbangan harus dilakukan seperti penerapan bahasa wolio 2 kali seminggu dimulai dari lingkungan sekolah hingga lingkungan masyarakat luas. Kita adalah suku bangsa yang memiliki bahasa sendiri, mengapa fanatik dengan budaya bangsa lain?. 

Meski tekanan globalisasi begitu besar dan tidak dapat dihindari, minimal ada perimbangan, mencintai budaya orang lain tetapi jangan pernah abaikan budaya sendiri. Tugas kita bersama yang mencintai budaya dan bahasa daerah wolio, minimalisir urusan yang tidak berkaitan dengan budaya. Penekanan program sehingga budaya itu harus tetap dicanangkan dalam generasi muda ke depan.         

Dapat kita lihat, orang yang paham dengan seluk-beluk budaya terkadang mengabaikan itu, apalagi kelak generasi muda yang sedikitpun tidak pernah tahu, justru cenderung tidak perduli dengan budaya dan bahasa sendiri. Menjadi catatan, ketika berbicara mengenai kebudayaan yang termasuk di dalamnya menyangkut pelestarian nilai-nilai kebahasaan saat ini sudah banyak beralih menjadi momentum lain.

Diera globalisasi ini banyak generasi muda berlomba-lomba menguasai bahasa asing . Tidak salah jika kita mempelajarinya, tetapi bahasa daerah yg merupakan warisan leluhur tetap harus diketahui. Banyak cara sederhana yang dapat dilakukan agar bahasa daerah terjaga dan tetap lestari.

Radi menambahkan, cara  agar budaya dan bahasa daerah tetap dikenal di masyarakat dan generasi  muda adalah membuat karya tulis yang menggunakan bahasa daerah, dengan itu akan meningkatkan rasa keingintahuan masyarakat. membentuk komunitas-komunitas belajar bahasa daerah dapat juga dijadikan solusi, dengan adanya komunitas belajar bahasa daerah, merupakan peluang yang besar untuk menarik minat masyarakat, terlebih saat ini sangat jarang suatu komunitas yang bergerak dibidang budaya seperti komunitas pemuda pemerhati bahasa daerah.

“Kita harus punya tekad dan tindakan agar bahasa daerah tetap menjadi bahasa yang selalu digunakan dalam kehidupan sehari hari, prinsip teguh yang harus ditanamkan adalah  jika bukan kita yang melestarikannya lantas siapa lagi ?”. tegas Radi

pengumuman

Webinar Pendidikan-Quipper

Lawan Covid-19 dengan Mematuhi 5 M

Penerimaan Peserta Didik Baru 2021

Yuk Daftar Jadi Taruna AKKP Wakatobi

Pelantikan Pengurus OSIS Masa Bakti 2020-2021

Podcast_Smansa

Visitor Stats




Chat Kami
Can We Help You ?