SEKILAS INFO
24-10-2021
  • 1 bulan yang lalu / Amelia Margaretha Meraih Juara 1 Sulawesi Tenggara Lomba Lagu Daerah yang di gelar di kendari oleh dikbud Sultara
  • 3 bulan yang lalu / Juara 1 Lomba Wajah Bahasa Sekolah, SMA Negeri 1 Baubau wakili Sultra ke Tingkat Nasional
  • 5 bulan yang lalu / Siswi SMA Negeri 1 Baubau Atas Nama Rambu Reninta Kanaya Lamba Awang lolos seleksi Asian Youth Internasional Model United Nations 2021

Lanjut Wawan, suatu saat nanti mereka pasti akan menerima kita. Seiring berjalannya waktu, masyarakat mulai sadar akan pentingnya menjaga situs budaya yang ada, dan melalui media center pelestarian itu dilakukan. Sekarang, jika ada pengunjung yang ingin tahu dan melihat situs budaya, mereka datang ke media center dan meminta untuk menjadi pemandu wisata mereka.

            Berkat dukungan Pemerintah Kota Baubau dan Masyarakat setempat  yang besinergi dengan Media Center, pada 2017, Wawan menerima penghargaan dari pemerintah kota Baubau sebagai Pemuda yang menjaga serta mengelola pelestarian situs-situs budaya Benteng Keraton Buton. Pemerintah daerah sangat mendukung penuh kegiatan yang dilakukan oleh Wawan beserta anggota Media Centernya. Pada tahun berikutnya, Wawan juga difasilitasi oleh Kementrian Pariwisata Republik Indonesia untuk mengikuti pelatihan di Jakarta. Kebahagiaan terpatri jelas di wajah pemuda ini, semua hal yang ia dapatkan tidak luput dari  Keridhaan Tuhan yang Maha Kuasa, dukungan Masyarakat dan Pemerintah.

            Di era ini, ada berbagai Warisan Budaya masa lalu yang terancam punah. Wawan memaparkan, dari ribuan warisan budaya yang ada di Pulau Buton, banyak yang hampir punah diantaranya kontruksi benteng yang mengalami kerusakan 70% – 80%, seperti yang ada di Kelurahan Lipu, Kabupaten Buton Selatan, Buton Utara, dan  berbagai tempat lainnya sangatlah memprihatinkan.  Kemudian, ada pula tarian adat yang perlahan dilupakan oleh masyarakat, dan permainan tradisional pada zaman dahulu kini jarang dan hampir tidak pernah lagi  dimainkan.

            Eksistensi dan Kelestarian Peninggalan Budaya bergantung pada generasi muda daerah. Bila kelak Generasi Muda enggan untuk menjaga dan merawatnya, sudah pasti aset peninggalan ini akan punah dan tidak dapat disaksikan oleh generasi berikutnya. Kesadaran dan peran serta masyarakat juga sangat diperlukan untuk kelancaran program pemerintah dan tokoh-tokoh yang menjaga dan merawat situs peninggalan budaya.

 “pada masa pandemic ini meskipun akivitas pelestarian budaya kita terbatas, berbuatlah, apapun itu yang bisa dilakukan untuk kelestarian budaya kita, daripada tidak sama sekali. Jika tidak sanggup menjaga semua, satupun tidak masalah”, tutup Wawan.

pengumuman

Webinar Pendidikan-Quipper

Lawan Covid-19 dengan Mematuhi 5 M

Penerimaan Peserta Didik Baru 2021

Yuk Daftar Jadi Taruna AKKP Wakatobi

Pelantikan Pengurus OSIS Masa Bakti 2020-2021

Podcast_Smansa

Visitor Stats




Chat Kami
Can We Help You ?